Gejala Edema Paru, Proses Diagnosis, dan Metode Pengobatan Medisnya

 

Edema paru merupakan kondisi gangguan paru-paru, di mana paru-paru terisi oleh cairan. Penyakit ini juga disebut juga lung congestion (bendungan di paru-paru) atau paru-paru yang berisi cairan. Saat kondisi ini terjadi, tubuh akan berupaya untuk mendapatkan oksigen yang cukup karena suplai oksigen terhambat. Dalam kondisi ini, penderitanya mulai mengalami sesak napas. Kondisi seperti ini bisa diobati dengan metode pengobatan yang tepat berdasarkan penyebabnya.

Gejala Edema Paru

Mengetahui seluruh gejala edema paru sangat penting demi melindungi tubuh dari kondisi yang lebih buruk. Pengetahuan tentang gejalanya ini akan mendukung proses penyembuhan yang lebih cepat. Tanda-tanda atau gejala kondisi ini adalah penderitanya mengalami batuk darah, mengalami kesulitan dalam bernapas saat berbaring, selalu merasakan kekurangan oksigen, napasnya berbunyi, dan merasakan kelelahan saat berbicara yang disebabkan karena kekurangan oksigen.

Di samping berbagai gejala di atas, penderitanya juga mempunyai berbagai gejala penyerta. Rasa cemas dan gelisah akan dirasakan dan tentu hal ini sangat tidak nyaman. Penderita juga mengalami penurunan tingkat kewaspadaan serta pembengkakan pada bagian kaki atau perut. Kulit juga menjadi tampak pucat karena memang kurang oksigen dan peredaran darah tidak lancar. Tubuh juga menjadi berkeringat secara berlebihan.

READ  Gejala Disfagia, Proses Diagnosis, dan Metode Pengobatannya

Apabila gejala edema paru tersebut tidak ditangani dengan tepat dan cepat, maka akan terjadi komplikasi. Beberapa jenis komplikasi yang dapat terjadi adalah peningkatan tekanan di ruang jantung sebelah kanan yang berfungsi menerima darah dari seluruh tubuh. Dengan demikian, ruang jantung sebelah kanan gagal berfungsi dan terjadi penumpukan cairan di dalam rongga perut (asites), bengkak pada tungkai, serta pembengkakan pada organ hati.

Proses Diagnosis Edema Paru

Merasakan dan menyadari suatu gejala memang sangat diperlukan untuk segera menangani kondisi gangguan kesehatan yang dialami. Tak hanya itu, Anda juga akan mencegah terjadinya komplikasi jika segera menyadari gejala dan memeriksakannya ke dokter untuk memperoleh penanganan terhadap seluruh gejala, termasuk gejala edema paru. Pada tahap pertama, setiap pasien akan melakukan pemeriksaan diagnosis guna memastikan penyebab gejalanya.

READ  Apa Itu Edema Paru? Inilah Penjelasan Medisnya

Dokter akan mendiagnosis edema paru melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pemasangan pulse oximetry juga harus segera dilakukan demi mengukur kadar oksigen dalam darah penderita dengan cepat. Dikutip dari halodoc.com, serangkaian pemeriksaan penunjang yang harus dilakukan adalah EKG (Elektrokardiografi), rontgen dada, pemeriksaan darah, ekokardiografi, katerisasi jantung, dan karterisasi arteri paru.

EKG bertujuan untuk mengetahui tanda-tanda serangan jantung serta persoalan pada irama jantung. Rontgen dada juga dilakukan untuk memastikan bahwa pengidap benar-benar mengalami edema paru atau tidak dan melihat kemungkinan lain yang menyebabkan sesak napas. Pemeriksaan darah yang dilakukan bertujuan mengukur kadar oksigen serta karbondioksida di dalam darah, mengukur kadar hormone B-type natriuretic peptide (BNP) yang akan meningkat pada kasus gagal jantung, dan melihat fungsi tiroid serta ginjal.

READ  Beberapa isi kotak P3k yang harus kamu ketahui

Ekokardiografi berfungsi mengetahui masalah pada otot jantung. Kateterisasi jantung akan dilakukan jika edema paru disertai dengan rasa nyeri dada, tetapi tidak ditemukan kelainan berdasarkan hasil tes EKG ataupun ekokardiografi. Kateterisasi arteri paru juga dilakukan untuk mengukur tekanan pada pembuluh darah di paru-paru.

Metode Pengobatan Medis

Beberapa langkah yang dilakukan dokter untuk mengatasi gejala edema paru antara lain pemberian oksigen untuk mengatasi sesak napas. Tindakan ini harus dilakukan sesegera mungkin. Tindakan medis berikutnya adalah pemberian obat untuk memperkuat jantung jika edema paru disebabkan karena kegagalan jantung dalam memompa darah.

Pemberian obat vasodilator juga tindakan medis yang diterapkan untuk mengurangi cairan yang menumpuk di paru-paru. Pemasangan alat bantu pernapasan yang didukung oleh mesin ventilator untuk penderita edema paru dengan gagal napas juga dilakukan.

 

Sumber artikel:

www.sehatq.com

www.halodoc.com

 

Sumber gambar:

hellosehat.com

www.dictio.id