Gejala Disfagia, Proses Diagnosis, dan Metode Pengobatannya

 

 

Disfagia adalah istilah medis yang menggambarkan kondisi sulit menelan. Kondisi ini terjadi ketika tubuh membutuhkan lebih banyak waktu dan usaha dalam memindahkan makanan atau cairan dari mulut ke lambung.

Kondisi sulit menelan ini merupakan pertanda adanya masalah pada tenggorokan atau kerongkongan, saat Anda makan terlalu cepat atau tidak cukup dalam mengunyah makanan. Gejala disfagia juga terdiri dari banyak hal dan harus diwaspadai sejak dini. Kondisi ini memang bukan hal yang mengkhawatirkan. Akan tetapi, disfagia yang berkepanjangan bisa mengindikasi persoalan medis serius dan memerlukan perawatan.

Gejala Disfagia

Berdasarkan definisinya, susah menelan adalah suatu sensasi saat makanan atau minuman tidak melewati jalur dengan benar. Gejala ini sangat tergantung dengan lokasi di mana gangguan yang menyebabkan kondisi tersebut. Dikutip dari hellosehat.com, Mayo Clinic mengurutkan tanda atau gejala umum disfagia ke dalam beberapa hal.

Pertama-tama, penderita mengalami rasa sakit saat menelan, bahkan tidak dapat menelan. Penderita juga merasakan sensasi makanan yang tersangkut di tenggorokan atau dada atau di belakang tulang dada. Gejala berikutnya adalah mengeluarkan air liur dan serak. Makanan juga bisa naik ke atas karena asam lambung naik. Berat badan penderita juga bisa turun secara tiba-tiba. Batuk atau ingin muntah saat menelan adalah gejala yang menandai kondisi disfagia yang sudah parah.

READ  Apakah Efusi Pleura Itu Berbahaya? Simak Penjelasan di Bawah Ini

Anda harus segera menghubungi dokter jika mengalami gejala disfagia tersebut. Kesulitan menelan yang disertai dengan berbagai gejala yang parah tersebut bukanlah kondisi normal. Untuk itu, segeralah periksakan kondisinya ke dokter agar bisa diketahui apa penyebabnya dan apa obatnya.

Proses Diagnosis

Tahapan pemeriksaan dokter memang diawali dengan diagnosis. Pemeriksaan diagnosis ini sangat diperlukan untuk memastikan bagaimana sebenarnya kondisi pasien. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tanya jawab tentang gejala disfagia yang dialami pasien. Setelah melakukan tanya jawab dan mengetahui riwayat kesehatan pasien, dokter melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mendiagnosis disfagia.

  • Pemeriksaan pertamanya adalah X-ray dengan material kontras (barium x-ray). Pasien diminta minum larutan barium yang melapisi kerongkongan dan memungkinkannya muncul lebih baik dengan sinar X. Dokter akan melihat perubahan bentuk kerongkongan dan aktivitas ototnya. Dokter juga meminta pasien menelan makanan padat atau pil yang dilapisi barium untuk melihat otot di tenggorokan ketika pasien menelan. Cara ini juga dapat melihat penghalang di kerongkongan.
READ  Penyebab Halusinasi yang Bisa Kamu Ketahui

Dynamic swallowing study adalah pemeriksaan diagnosis kedua. Pasien diminta menelan makanan berlapis barium dengan konsistensi yang berbeda. Tes ini memperlihatkan bagaimana makanan melewati mulut sampai turun ke kerongkongan. Gambar akan menunjukkan masalah koordinasi mulut dan otot tenggorokan saat menelan dan melihat apakah makanan masuk ke saluran pernapasan atau tidak.

Pemeriksaan visual kerongkongan juga akan dilakukan. FEES berupa tes dengan kamera khusus juga diperlukan. Tes otot kerongkongan juga diperlukan. Imaging scans juga dilakukan melalui pemeriksaan CT scan yang mengombinasikan X-ray dan proses komputer.

Metode Pengobatan Disfagia

Gejala disfagia yang dialami penderita dapat menjadi penentu metode pengobatan yang dilakukan. Munculnya gejala bisa mengukur seberapa parah kondisinya. Penanganan disfagia juga diterapkan berdasarkan jenisnya. Pengobatan untuk disfagia orofaringeal adalah mengganti makanan yang dikonsumsi dengan jenis makanan dan cairan yang mudah ditelan. Beberapa kegiatan olahraga juga bisa membantu mengoordinasikan otot untuk menelan dan menstimulasi ujung saraf agar refleks saat menelan. Pasien juga perlu belajar teknik menelan.

READ  Pastikan dapat memberikan pertolongan pertama tersedak pada orang-orang disekitar anda

Pengobatan disfagia esofagus adalah dengan operasi dilatasi yaitu melebarkan area esofagus yang menyempit dan operasi untuk menghilangkan masalah yang menyumbat kerongkongan. Obat-obatan medis yang diresepkan adalah obat asam lambung, maag, atau esofagitis.

 

sumber artikel:

hellosehat.com

www.alodokter.com

 

sumber gambar:

www.halodoc.com

www.1health.id