Apa Itu Edema Paru? Inilah Penjelasan Medisnya

Edema paru adalah suatu kondisi gangguan pada paru-paru yang ditandai dengan gejala sulit bernapas akibat penumpukan cairan di dalam kantong paru-paru (alveoli). Kondisi ini bisa terjadi tiba-tiba ataupun berkembang dalam jangka waktu lama.

Dalam kondisi normal, udara masuk ke dalam paru-paru ketika bernapas. Akan tetapi, pada kondisi edema paru, paru-paru justru terisi oleh cairan, sehingga oksigen yang dihirup tidak mampu masuk ke paru-paru dan aliran darah.

Gejala Edema Paru

Agar lebih mengenal bagaimana kondisi penderitanya yang mengalami gangguan paru-paru ini, Anda harus mengenali gejalanya. Pada kasus yang kronis dan bersifat jangka panjang, pasien merasa lebih cepat lelah yang ditandai lebih sering merasakan sesak napas, dibandingkan dengan biasanya. Sesak napas juga akan lebih terasa saat penderita melakukan aktivitas fisik dan berbaring. Gejala dalam kondisi kronis juga disertai dengan suara napas yang tersumbat dan khas saat menghembuskan napas (mengi), terbangun di malam hari saat tidur, mengalami peningkatan berat badan yang cepat, dan bengkak pada kedua tungkai.

READ  Penyebab Halusinasi yang Bisa Kamu Ketahui

Jenis edema paru yang kedua adalah edema paru yang akut dan bersifat cepat. Pada kondisi ini, gejala sesak napas akan menyerang secara tiba-tiba sampai menyebabkan penderitanya seakan merasa tercekik atau tenggelam. Penderitanya akan terlihat cemas ataupun ketakutan dengan mulut terengap-engap karena berusaha keras untuk mendapatkan oksigen. Tak hanya itu, penderita juga mengalami palpitasi atau peningkatan detak jantung dengan cepat dan tak teratur yang disertai batuk berdahak, berbusa, dan bercampur darah. Jika kondisi akut ini disebabkan oleh penyakit jantung, maka gejala nyeri dada juga bisa dirasakan.

Penyebab Edema Paru

Dikutip dari alodokter.com, terdapat berbagai macam penyebab edema paru. Pada umumnya, penyebabnya berkaitan dengan gangguan pada jantung. Akan tetapi, edema paru juga bisa terjadi tanpa gangguan jantung.

Jantung berperan memompa darah ke seluruh tubuh dari bagian rongga jantung yang disebut ventrikel kiri. Ventrikel kiri menerima darah dari paru-paru yang merupakan tempat pengisian oksigen ke dalam darah untuk selanjutnya disalurkan ke seluruh tubuh. Darah dari paru-paru akan melewati bagian rongga jantung lainnya sebelum sampai ke ventrikel kiri yaitu atrium kiri.

READ  Cara Mengobati Edema Paru dan Pencegahannya agar Tak Mengalaminya Lagi

Edema paru yang disebabkan karena gangguan jantung terjadi akibat ventrikel kiri tersebut tidak mampu memompa darah dalam jumlah yang cukup, sehingga terjadi peningkatan tekanan di atrium kiri dan pembuluh darah di paru-paru. Peningkatan tekanan ini menyebabkan terdorongnya cairan ke dinding pembuluh darah dalam alveoli. Beberapa penyakit jantung yang bisa menyebabkan edema paru adalah penyakit jantung koroner, kardiomiopati, hipertensi, dan penyakit katup jantung.

Selain penyebab penyakit jantung tersebut, kondisi lain bisa menimbulkan kondisi tersebut. Beberapa penyebab edema paru lainnya adalah emboli paru, infeksi virus, cedera pada paru-paru, cedera kepala, kejang, menghirup asap kebakaran, tenggelam, berada di ketinggian, acute respiratory distress syndrome, dan kecanduan kakoin.

READ  Gejala Disfagia, Proses Diagnosis, dan Metode Pengobatannya

Pengobatan Edema Paru

Sebagai penanganan pertama pada penderita edema paru, dokter akan memenuhi suplai oksigen yang dibutuhkan tubuh melalui selang oksigen. Setelah itu, untuk mengurangi tekanan di pembuluh darah, baik sebelum masuk paru-paru dan jantung, maupun setelahnya, diberikanlah obat medis. Obat yang diberikan adalah obat diuretik seperti furosemide dan obat golongan nitrat, seperti nitrogliserin. Obat diuretik bekerja membuang lebih banyak cairan, sedangkan nitrat berfungsi melebarkan pembuluh darah. Kedua fungsi tersebut bisa mengurangi tekanan pada pembuluh darah.

Edema paru adalah gangguan kesehatan paru-paru yang sering disertai naiknya tekanan darah atau malah penurunan tekanan darah. Obat untuk menjadikan tekanan darah stabil juga perlu diberikan, baik untuk menurunkan, maupun menaikkan.

 

Sumber artikel:

www.alodokter.com

www.halodoc.com

 

Sumber gambar:

www.dictio.id

res.cloudinary.com